2.20.2008

Istana Sebagai Objek Wisata

Istana Objek Wisata Baru

REPLIKA Istana Kesultanan Indragiri yang diresmikan pekan lalu dinilai sebagai salah satu objek wisata baru, bagi pelestarian Budaya Melayu Indragiri.

"Saya menilai peresmian pemakaian replika Istana Kesultanan Indragiri sebagai langkah positif. Keberadaan istana dapat melestarikan Budaya Melayu Indragiri dan menjadi objek wisata di masa mendatang,"ungkap Wakil Ketua DPRD Inhu H Mulyadi HJR kepada wartawan Jumat (15/2) di ruang kerjanya.

Menurut Mulyadi, ada beberapa daerah yang memiliki peninggalan sejarah yang cukup dikenal di tanah air. Hal itu telah membawa kebanggaan tersendiri bagi masyarakatnya, seperti Istana Siak di Kabupaten Siak, Istana Pagaruyung di Sumatera Barat, Istana Maimun di Sumatera Utara dan beberapa istana lainnya.

Peninggalan sejarah di masing-masing daerah itu telah dikelola secara baik pula, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi daerah masing-masing. ‘’Dengan diresmikannya pembangunan replika Istana Kesultanan Indragiri, maka masyarakat Inhu, kembali memiliki sebuah bukti sejarah dan sekaligus menambah objek wisata,’’ terang Ketua PPP Inhu ini.

Potensi yang ada sekarang, katanya, harus terus dimanfaatkan dengan cara memperbaiki pengelolaannya. Begitu juga peninggalan-peninggalan sejarah yang masih ada dan berkaitan dengan kesultanan perlu dikembalikan ke istana. Tujuannya, agar dapat melengkapi bukti-bukti kesejarahannya.

Selain itu juga, harus ada pengelola yang ditunjuk oleh pemerintah daerah atau melalui Dinas Pariwisata Inhu yang mengerti tentang sejarah. Hal itu diperlukan untuk memberikan penjelasan kepada tamu yang ada terkait dengan peninggalan sejarah.

Ke depan, tambahnya, peninggalan sejarah akan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi pendidikan. Ini akan semakin terasa bagi mahasiswa yang berkepentingan menggali sejarah Kesultanan Indragiri secara lebih jauh lagi, sehingga dipandang perlu penataan lebih baik.

Agar popularitas Istana Kesulatanan Indragiri masa lalu dapat dikenal masyarakat luas dan dari daerah lain, lanjutnya, daerah perlu melakukan promosi-promosi, baik melalui media massa atau melalui pameran yang berskala nasional dan internasional. Ini dinilai penting, karena tanpa promosi sulit dikenal oleh turis domestik dan manca negara.

Buki-bukti sejarah lain yang berkaitan dengan kesultanan ini juga ada di Desa Kota Lama Kecamatan Rengat Barat, yaitu situs makam raja-raja Indragiri. Bukti-bukti peninggalan sejarah ini harus terus dijaga dengan mempertahankan keasliannya. Hal itu bisa dikemas dalam sebuah wisata sejarah yang ada di Kabupaten Inhu ke depan. Meski membutuhkan dana untuk pengeloaannya, dia mengaku bersedia memperjuangkannya di DPRD.

Tidak ada komentar: